Friday, February 24, 2017

Muhammad Reza Prasojo: PERBANDINGAN NEGARA DENGAN WAJIB MILITER (KORSEL) DAN TIDAK WAJIB MILITER (INDONESIA) 2014


LAPORAN PENELITIAN 2014

PERBANDINGAN NEGARA DENGAN WAJIB MILITER (KORSEL) DAN TIDAK WAJIB MILITER (INDONESIA)

Nama: Muhammad Reza Prasojo
Nomor NISN: 01.02.0123

SL 8 Plutonium
Sekolah Alam Inndonesia
Mei 2014

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN PENELITIAN 2014
Judul Penelitian : PERBANDINGAN NEGARA DENGAN WAJIB
MILITER (KORSEL) DAN TIDAK WAJIB              
MILITER (INDONESIA)
Bidang Penelitian        : IPS
Peneliti                            :
a. Nama Lengkap                     : Muhammad Reza Prasojo
b. Nomor Induk                         : 01.02.0123 
c. Kelas                                   : 8 Plutonium
d. Nomor HP                           : 087782802056
e. Alamat surel (e-mail)           : muhammad.reza.prasojo@gmail.com
Lama peneliti keseluruhan   : 6 bulan
Tahun pelaksanaan               : 2014
Total biaya penelitian            : ---
Jakarta, 23 Mei 2014
Peneliti,
Muhammad Reza Prasojo
01.02.0123
Menyetujui,
Guru Kelas, Guru Pembimbing,


(Ainun Nurul Fitriyah, S.TP)       (Alif Friendy.K) 
            Mengetahui,
Kepala Sekolah

      (Budi Setiawan, S.Si)
BAB I
    PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Di abad modern ini, fakta menunjukan bahwa ada beberapa negara yang membuat undang-undang yang mewajibkan negaranya untuk mengikuti wajib militer. Negara-negara tersebut antara lain Korea Selatan, Korea Utara, Singapura dan lain-lain.
Hal tersebut di mungkinkan karena keadaan negara tersebut dalam keadaan negara perang dan meraka memerlukan warga negara mereka untuk wajib militer. Bisa juga karena kurang minat nya warga negara-negara tersebut untuk menjadi tentara.
Dari data sensus penduduk warga negara Singapura adalah ± 4.353.893 dengan jumlah  tentara sekitar 1.25% dari jumlah penduduknya. Demikian juga negara Korea Selatan dengan jumlah penduduk ± 48.598.175 dan jumlah tentara 1.42% Sedangkan Indonesia, warga Negara berjumlah ± 250.000.000 dan jumlah tentara mencapai 0.14% dari jumlah penduduknya.

B. Tujuan
  • Ingin mengetahui alasan di lakukan wajib militer.
  • Ingin mengetahui perbandingan seberapa kuat negara yang menggunakan wajib militer dan negara yang tidak menggunakan wajib militer.
  • Ingin mengetahui efek dari wajib militer

C. Hipotesa
Dugaan peneliti, wajib militer memang dibutuhkan untuk negara yang membutuhkan tentara atau negara yang kondisinya sedang keadaan perang (contoh: Korsel vs Korut)
BAB II
STUDI PUSTAKA

  • A. WAJIB MILITER
  1. 1. Pengertian
Wajib militer atau seringkali disingkat dengann wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda, biasanya antara 18-27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplina. Wamil biasanya diadakan guna untuk meningkatkan kedisiplinan, ketangguhan, keberanian dan kemandirian yang biasanya diadakan wajib untuk lelaki. Warga wanita biasanya tidak diharuskan wamil, tetapi ada juga negara yang mewajibkan wamil bagi warga Negara wanita, seperti di IsraelKorea Selatan dan Suriname.[1]  Mahasiswa juga biasanya tidak perlu ikut wamil. Beberapa negara juga memberi alternatif tugas nasional (layanan alternatif) bagi warga yang tidak dapat masuk militer karena alasan tertentu seperti kesehatan, alasan politis, atau alasan budaya dan agama.
Pada masa kini, wamil tergolong kontroversial, karena adanya penolakan, terutama pemerintahan yang tidak disukai oleh beberapa pihak dan tergolong pelanggaran terhadap hak individual HAM (Hak Asasi Manusia). Orang-orang yang masuk wamil dapat menghindarinya dengan meninggalkan negaranya.

  1. 2. Sistem

Isu wamil sejak 2008 memang sedang menghangat. Isu menghangat tatkala bermunculan opini-opini pro dan kontra bahkan ada yang skeptis dengan isu ini, maklumlah awam dan memang sistem wamil ini sudah pudar dibanding masa orba. 
Jadi, kita akan mencoba menganalisanya dari sudut masyarakat sipil (seperti saya) tanpa berpihak kepada pro dan kontra, karena isu ini masih sekedar wacana Kemenhan dan belum dibahas DPR. Baru RUU Kamnas (Keamanan Nasional) seperti ISA Internal Security Act ) di Malaysia dan Singapura yang sedang masa uji publik/solialisasi karena banyak yang khawatir akan seperti orba.[2]
`

  1. 3. Mekanisme

Salah satu contoh paling penting yang dapat menumbuhkan rasa persatuan di antara warga Indonesia adalah isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Dengan adanya wajib militer diharapkan semua warga yang berbeda suku, agama, ras dan antar golongan akan tergugah semangat persatuannya dan bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memang pantas untuk menyandang gelar Unity In Diversity sesuai dengan falsafah Bhineka Tunggal Ika yang selama ini sadar atau tidak hanya menjadi wawasan semu belaka dalam buku buku pelajaran sekolah dan kehidupan sehari hari.[3]


  • B. KOREA SELATAN
  1. 1. Pemerintahan
       Negara Korea Selatan seperti yang diketahui banyak orang memiliki hubungan kurang baik dengan saudaranya sendiri Korea Utara. Penerapan wamil oleh pemerintahan Korea Selatan selain sebagai salah satu cara untuk melindungi negaranya juga sebagai pembuktian akan kecintaan para warganya pada Negara tersebut.
Wajib militer seperti namanya wajib dilakukan oleh para pemuda Korea Selatan pada usia minimal SMA maksimal umur 30 tahun. 

  1. 2. Kebudayaan
Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama, namun perpecahan Korea pada tahun 1945, masing-masing negara telah mengembangkan beragam bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan jenis dan bentuk. Secara sejarah, kebudayaan Korea dipengaruhi oleh kebudayaan dari China, namun Korea Selatan mampu mengembangkan identitas budaya yang unik, menarik dan berbeda dari yang lain.

  • C. INDONESIA
  1. 1. Pemerintahan
Indonesia pernah mengalami wajib militer pada tahun 1942 salah satu terbentuknya wajib militer adalah tentara PETA yang di buat ketika penjajahan Jepang. Tujuan tentara PETA untuk mengimbai tentara sekutu seperti Inggris, Belanda dan Amerika, selain itu untuk membangkitkan partiopisme terhapad warga Indonesia.
Ketika PETA lahir, mereka melakukan proses rekruitmen. Dan yang masuk dalam tentara PETA saat itu adalah kalangan pelajar, pemuda dan ulama. Cara merekuitmennya warga di datangi oleh ketua militer yang membawakan surat yang berisi tentang mengikuti wamil. Sebelum meraka masuk ke camp latihan mereka mengikuti tes kesehatan untuk mengetahui kendala apa yang sedang di alami calon tentara PETA. Pendidikan di lakukan di PETA salah satunya adalah mempelajari tentang militer, taktik perang dan penggunaan senjata-senjata. 
Sementara di Indonesia, setiap adanya pembukaan untuk menjadi TNI dari tiga angkatan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Jumlahnya sering membludak. Jika yang diterima seribu orang, malah yang mendaftar sepuluh ribu orang.

  1. 2. Kebudayaan
Soekarno merupakan pemimpin besar revolusi dan panglima tertinggidalam tubuh angkatan bersenjata yang dulu masih disebut ABRI. Militer sangat berperan dalam pembentukan dan pemutusan kebijakan Negara pada saat itu. Penumpasan perlawanan-perlawanan di beberapa wilayah lebih ditekankan dengan upaya militer.


BAB III 
METODOLOGI PENILITIAN

  • A. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2014 dan bertempat di Sekolah Alam Indonesia, Rumah saya di Bukti Rivaria Sawangan dan Radio Harmoni 90.2 FM di Blu Plaza, Bekasi.
  • B. Bahan dan Alat
Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah buku, alat tulis, dan pertanyaan lewat whatsapps
Sedangkan Alat yang digunakan adalah: Laptop untuk mengakses internet dan menyusun laporan, handphone untuk berkomunikasi, dan hardisk/usb flashdisk untuk menyimpan data.
  • C. Prosedur Penelitian
Prosedur Penelitian yang dilakukan adalah studi literature melalui searching informasi di internet, membaca buku dan melakukan wawancara dengan beberapa orang responden.
Berikut adalah Daftar Pertanyaan kepada responden:
  1. 1. Apa tujuan anda ke korsel?
  2. 2. Seberapa lama anda tinggal disana?
  3. 3. Apa kegiatan anda di sana?
  4. 4. Apakah di korsel ada wamil?
  5. 5. Bagaimana proses pelaksanaan dan rekuitmennya?
  6. 6. Bagaimana budaya masyarakat disana?
  7. 7. Apa lagi setelah adanya wamil?
  8. 8. Apakah ada perbedaan seorang lelaki setelah mengikuti wamil?
    BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil bacaan yang saya baca, Saya menemukan ada sisi yang sama.
Contoh:
 1. Indonesia akan memiliki warga negara yang siap berperang.
2. Indonesia akan kembali menjadi macan asia
3. mengurangi manusia yang manja dantidak tahan banting
4. membidik dan mengembangkan pemuda-pemudi indonesia yang memiliki sifat dan sikap displin.
Sisi positifnya korea selatan mempunyai wajib militer
1.Disiplin
2. Mandiri
3. Mempunyai warga Negara yang siap perang

  1. 1. Apa tujuan anda ke korsel?
  • - Kuliah
2. Seberapa lama anda tinggal disana?
  • - 10 hari
  • - 3. Apa kegiatan anda di sana?
  • - Travelling ke Korea
4. Apakah di korsel ada wamil?
Ada 
  • - Bagaimana proses pelaksanaan dan rekuitmennya?

  • - Bagaimana budaya masyarakat disana?

  • - Apa lagi setelah adanya wamil?
…..
  • - Apakah ada perbedaan seorang lelaki setelah mengikuti wamil?
…..


BAB V
KESIMPULAN
Mungkin wamil di butuhkan di Indonesia. Karena di Indonesia banyak sekali tawuran antar pelajar. Agar pemuda-pemuda sekarang bisa disiplin, mandiri dan bisa menahan emosi.


Daftar pustaka




Tuesday, February 2, 2016

Workshop Internet Marketing Bekasi Minggu 14 Feb 2016 di DCendes Bekasi Timur


Yuuksss Yang ada di Bekasi dan sekitarnya ayooo merapet ke sini..Workshop Paling Lengkap, Paling Murah, Paling Praktis, Paling paling dah...Minggu 14 Feb 2016 di DCendes Bekasi Timur ye...

Dapet Tiket Pesta Wirausaha 2016 senilai 650ribu, Domain+Hosting toko online senilai 200ribu, makan siang dan snack + belajar sampai puas sampe tengah malam diladenin dah. Semuanya hanya 900ribu ajah. Paling Lengkap Paling MURAH.

Saturday, December 12, 2015

Kebanggaan Bangsa Maroko Grand Casablanca Garden, luasnya pun setengahnya Ragunan


Pertama kali berkunjung sebagai turis ke Negara Kerajaan Maroko kita akan mendarat bukan di Ibukota Negara Maroko yaitu Rabat, tapi di Kota Bisnis, Casablanca. Ini adalah kota terbesar di negara Afrika yang penduduknya berkulit putih, tidak hitam seperti kebanyakan Afrika. Pemudanya tinggi-tinggi dan ganteng, pemudi tinggi-tinggi, putih dan cantik. Jadi ingat istrinya Robin Van Persie yang orang Maroko.

Tap kali ini saya nggak cerita soal cantiknya dan citra penggoda cewek-cewek Maroko, yang memang terkenal dengan persepsi tersebut di seluruh Eropa. Makanya ketika bertemu dengan beberapa Orang Turki baik di Istanbul maupun di pesawat Turkish dan mereka bertanya mau kemana dan saya jawab ke Casablanca, sebagian besar dari orang Turkish pasti tersenyum dan tertawa kalo dibahasakan kira-kira begini..haiya lo olang mau kencing enak di maloko ya...hehehehe. Kami hanya terdiam dan akhirnya senyum-senyum sendiri setelah tahu bahawa kalau traveling ke Casablanca kebanyakan motifnya ya gituan.

Udah kan nggak akan bahas tentang itu. Ini mau cerita tentang Marroc Pride, apa itu? Namanya Grand Casablanca Garden. Kebun Raya kebanggaan Bangsa Maroko di tengah kota Casablanca yang tandus dan padang pasir tersebut. Dari namanya Grand Garden kita sudah mikir wah pasti ini kereeen. Ealahhh ternyata cuma setengahnya Kebun Binatang Ragunan. Nggak ada apa-apanya dibanding Kebun Raya Bogor. Lha wong cuma seemprit paling 10 hektar doang. Tapi ya itu kan Maroko negara padang pasir maka wajar kalau punya kebun 10 hektar jadi kebanggaan negara.

Seorang teman langsung bercanda gini, di Jakarta ada kebun 100x lebih besar dari Grand Gardennya Casablanca dan dengan bangga orang Indonesia bilang namanya Mini Garden. Terang aja pemandu yang di sebelah kanan gambar di atas terkejut bukan main. Ya iyalah itu Mini Garden namanya Taman Mini Indonesia Indah.  

Ini jadinya jika Banyak Jamaah Umrah/Haji Indonesia, Brand Name pun menjadi "Kebun Kurma FATH"


Jika anda pernah menunaikan ibadah haji atau umrah dalam 20 tahun belakang ini, maka akan banyak  hal menarik yang membuat jemaah haji atau umrah asal Indonesia merasa seperti feel at home. Sejak dari dalam pesawat maskapai penerbangan pengangkut jemaah haji atau umrah baik Garuda Indonesia, Lion Air ataupun pesawat luar negeri seperi Emirates, Etihad, Singapore Airlines, Saudi Arabia Airlines dll nuansa Indonesia sudah terasa. Loh koq bisa? Iya karena beberapa pramugarinya adalah orang Melayu atau Indonesia. Apalagi Garuda dan Lion Air? hiks hiks ya iyalah. Maskud saya adalah maskapai penerbangan asing di atas.

Setelah mendarat di Jeddah baik di terminal Internasional atau terminal haji, maka antrian jemaah asal Indonesia dipastikan akan mendominasi di depan petugas imigrasi ayng lebih menikmati chatting dgn WA atau BBM memakai iphone terbaru daripada melayani men-stempel pasport. Lho kog bisa..iyalah 1 orang bisa berdiri 30 menit sampai 1 jam hanya untuk distempel pasportnya. Waktu saya bertanya kepada mereka dalam bahasa Arab, kaifa hal ya akhy? antum murrujul jadid? Eee dia malah jawab system slow. Coba deh petugas imigrasinya orang Indonesia atau orang Singapore pasti cepat.

Setelah lolos Imigrasi makan kita akan dijemput oleh Biro Haji Arab Saudi atau apa ya namanya pokoknya partner travel agent nya Indonesia yang di Arab Saudi, dimana kebanyakan sopirnya orang Mesir atau Orang Jawa Barat atau Madura!!

Terus kita akan diajak biasanya langsung ke hotel di Madinah dulu, tapi biasanya yang bekerja di hotel kebanyakan orang Pakistan atau Bangladesh atau India, tapi begitu masuk ke Masjid Nabawi akan banyak petugas cleaning service dari Indonesia, apalagi jamaah Indonesia. berjubel.

Setelah 3 atau 5 hari di Madinah biasanya akan ke Makkah untuk menunaikan ibadah umrah yang pertama, tapi jalan-jalan dulu sambil otw ke Makkah. Satu satunya ke Kebun Kurma FATH di daerah pinggiran Madinah. Dari brand name "Kebun Kurma FATH" saja kita sudah menduga pengunjung Cafe dan Toko Kurma yang dekat perkebunan Kurma ini kebanyakan adalah Orang Indonesia dan Malaysia. Bahkan yang melayani di kasir juga banyak orang Indonesia.

Memang ada jutaan orang Indonesia mengadu nasib di Arab Saudi. Rata-rata bekerja sebagai unskilled workers.  

Friday, December 11, 2015

Suatu hari di Abu Dhabi: Grand Mosque Sheikh Zayed dengan Bro Arif


Suatu hari ada kesempatan untuk saya bersempatan untuk bersilaturahim ke Dubai. Ini tugas kantor yang dibebankan ke saya untuk memperluas jaringan bisnis di Dubai. Sebenarnya bukan memperluas jaringan bisnis ke Dubai, melainkan menemani klien-klien yang sedang jalan-jalan ke Dubai dan Istanbul, sambil pdkt menawarkan jasa advertising atau strategic communcation. Biasalah cari klien sampai Dubai.

Nah pas di Dubai, saya contact seorang teman dari Abu Dhabi yang memang tinggal di sana. Teman ini aslinya dari India tetapi sudah puluhan tahun tinggal di Abu Dhabi. Istrinya seorang dosen di sebuah universitas di Abu Dhabi dan anak-anaknya lahir dan besar di sana. Namanya Brother Arif. Beliau adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan internasional.

Ketika bertemu di Abu Dhabi, Bro Arif menjemput saya di Masjid Grand Syeikh Zayed yang merupakan Masjid termegah dan terindah di Uni Emirates Arab. Ini adalah masjid dan juga tempat wisata bagi semua turis dan datagn ke Abu Dhabi. Waktu saya di sana, banyak turis-turis dari berbagai negara sedang mengunjungi Masjid tersebut.

Uniknya adalah para turis tersebut diperbolehkan masuk ke dalam ruangan masjid tetapi tidak boleh mendekati mihrab atau tempat Imam masjid. Mereka berkeliling menikmati keindahan masjid. Syaratnya adalah menutup aurat. Bagi turis pria yang memakai celana pendek, pihak Masjid menyediakan sejenis sarung, sedangkan bagi turis wanita disediakan baju panjang yang dinamakan Abaya, baik warna putih atau warna hitam.

Maka yang terlihat adalah pemandangan yang lain jika dibandingkan dengan masjid-masjid di Indonesia. Seolah-olah para turis-turis tersebut adalah jamaah mau shalat. Dengan postur tubuh yang tinggi-tinggi dan besar-besar mereka berkeliling masjid menikmati keindahan masjid. Ketika adzan dhuhur berkumandang, mereka dipersilakan untuk menepi ke samping atau bagian belakang karena jamaah mau shalat. Dan dari bagian samping atau belakang yang dibatasi tali pembatas mereka bisa melihat ummat Islam sedang shalat dhuhur dengan jelas. 

Thursday, December 10, 2015

Yang harus Anda lakukan jika Terjun di Bisnis Online



http://BisnisAnanto.com
Beberapa hari yang lalu Komunitas TDA Jakarta Raya mengadakan Pesta Wirausaha di Gedung Smesco Jakarta. Temanya kereen: Panen Untung lewat DIGITAL. Ilmunya sudah dapat dari pembicara-pembicara hebat baik konsultan maupun praktisi Bisnis Online yang mumpuni. Berbagai pengalaman dan inspirasi dibeberkan dari mulai jatuh bangun membangun aset Digital sampai dengan menggaet investor, jatuh lagi dan akhirnya sukses.

Dibuka oleh Maestro Guru Marketing kelas dunia, Bapak Hermawan Kartajaya yang membeberkan penting dunia digital untuk dimasuki oleh para Marketers dan pebisnis online. Landscape media yang berubah tercermin dari hasil riset Markplus dimana time used for internet sekarang sudah melebihi time watch TV. Artinya sudah banyak konsumen beralih dari media TV ke media online. Makanya suka nggak suka ya harus beralih ke dunia online.

Para pembicara lain membeberkan bagaimana passionnya di dunia online telah mengantarkan mereka pada kesuksesan. Mereka adalah Mohammad Rosihan, owner Saqina.com, Yukka Harlanda pemilik Brodo dan Achmad Zaky CEO Bukalapak.com.
Perjalanan bisnis online mereka di ranah digital patut diteladani dan dijadikan benchmark bagi para pebisnis online pemul.

Yang paling penting adalah MEMPRAKTEKKAN ilmu cari UNTUNG lewat Bisnis Online alias DIGITAL. Karena jika tidak dipraktekkan maka hanya akan mengendap sebentar setelah itu hilang.

Ada 3 hal yang perlu teman2 lakukan: 
1. Bergaul dengan Pemain Bisnis Online dalam komunitas Bisnis Internet Online seperti Sekolah Bisnis 1 Milyar di link http://BisnisAnanto.com (bisa daftar free member di sini)
2. Mengikuti Workshop HOW TO (teknis nya) 
3. Menemukan Mentor. 


InshaAllah dengan perjalanan waktu, teman2 bisa suksess.

Go Digital or Die


Tahun 2005 ketika masih kerja di Nielsen, gw sering bilang ke clients media owners to go digital, waktu itu gw bilang Go Digital or Die. 10 tahun kemudian media Cetak berguguran dan sekarang banyak yg gagap di ranah Digital. Koran Kompas fisik makin kurus alias tipis, yg lain ya gitu deh. Sekarang waktunya for Your Brands to Go Digital or DIE. 5 tahun atau 10 tahun dari sekarang anak kita yg 10 thn umurnya jadi 15 thn dan 20 thn, they aware and engage Your BRANDS by Digital not Free to air TV. How to start? Knowledge, Landscape and Changing Consumer first alias Digital Media Understanding.

Saat ini semua media sudah Go Digital, tetapi banyak brand Media yang awalnya adalah besar di fisik koran tak mampu berbuat banyak di ranah Digital. Mungkin Brand Perception orang yang sudah tercipta bahwa Kompas yang surat kabar kertas, ketika di-onlinekan ya Target Audiencenya sebenarnya cuma pembaca korannya yang beralih ke Digital. Tidak menambah pembaca baru dari Kompas.com atau dari e-paperya. Ingat ketikan Brand Association sudah melekat, anak-anak muda akan bilang hah Kompas itu koran nya Bapak gw. Gw mah beda gw bacanya ya KapanLagi.com.

Tuh kan beda generasi beda media. Zaman digital seperti ini engagement terhadap brands juga dibangun dengan brand association yang baru, karena landscape dan consumer yang berbeda. Ketika internet belum merajalela seperti sekarang, para media oweners dan brands owners masih santai-santai saja. Lihat nanti lah..dan ketika booom di dunia internet, mereka sudah ketinggalan. Coba tanya mengapa anak-anak memakai pasta gigi, ya karena dibeliin sama Ibunya. Belum ada brand-beand besar yang mengedukasi anak-anak usia 10 tahun dengan platform digital. Engagement selama ini hanya dengan media konvensional. padahal future comsumer sedang asyik-asyiknya main Digital.

Hati-hatilah kawan...fakta menyatakan bahwa dari Rp. 300 trilyun market capitalisation Digital, setengahnya ada masin di social media. Itu lho orang-orang yang jualan  fashion, baju muslim, hijab, elektronik, smartphone dll. Dan mungkin teman-teman tahu kalau mereka adalah para pedagang digital UKM yang bisa jadi belum pernah atau sudah menutup toko offlinenya dan pindah 100% di Online.

Brand-brand besar, move fast or you'll left behind seperti ketinggalannya media cetak konvensional ditinggalkan pembacanya.

Sunday, December 6, 2015

Orang Amanah mendapat Berkah


Pada hari siang yang terik Umar Bin Khattab pergi ke Padang pengembalaan domba. Tak sengaja ia melihat seorang penggembala sedang duduk berteduh dibawah pohon kurma yang menjulang tinggi. Perlahan Umar mendekati anak kecil itu dan bertanya, “Anakku bolehkah aku membeli satu ekor kambing gemuk dengan harga yang tinggi?”. 

Mendengar pertanyaan itu si pengembala kecil menjawabnya dengan tegas, "Wahai orang tua kambing kambing ini bukan milikku tapi milik majikanku aku hanya diberikan amanah untuk memeliharanya dengan baik". Umar mencoba membujuk si penggembala lagi," Anakku katakanlah pada majikanmu bahwa seekor harimau telah mencuri kambing ini kamu tidak melihatnya, tentu saja majikanmu percaya dengan perkataanmu, kemudian uang yang kau miliki itu bisa kau berikan kami lagi untuk kepentingan dirimu. Bukankan itu lebih menguntungkan?" ujar Umar sambil melirik kambing kambing tersebut. Mendengar perkataan Umar anak gembala kembali menjawab dengan lantang,”Orang tua meskipun majikanku tidak melihat perbuatan tercela tapi Allah selalu melihat dan mengetahui apa apa yang akan dan telah umatnya kerjakan. 

Melihat kesalehan si pengembala Umar sangat senang.    Ia pun bergegas untuk membebaskannya dari perbudakan. Tidak hanya itu Umar juga menghadiahkan seluruh kambing yang dibelinya kepada anak pengembala tersebut. Ia mendapatkan berkah berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena telah menjaga amanah atas kepercayaan orang lain. Hikmah cerita diatas adalah Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang dikerjakan setiap hamba-nya. Anak penggembala tersebut bisa menjaga amanah orang lain akhirnya ia mendapatkan berkahnya dengan  bebas dari perbudakan dan mendapatkan hadiah yang tidak terduga.

Dream, Goal, PLAN & ACTION


Brad Sugar adalah seorang motivator bisnis terkenal di dunia dengan lembaganya yang bernama Action Coach. Beliau mengatakan bahawa dalam menciptakan segala sesuatu ada 4 langkah yang harus dilakukan. keempat langkah tersebut adalah: Dream, Goal, Plan dan Action.

Yang pertama dan utama dalam susses adalah Dream, Anda harus berani bermimpi atau bercinta-cita. Ini gratis nggak bayar sebagaimana Walt Disney mengatakan bahwa If you can DREAM it then you can do it. Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mime-mimpimu, demikian kata Lintang temannya Ikal Sang Laskar Pelangi. 
Terkadang untuk bermimpi saja kita tidak berani. Ataupun kalau berani mimpinya standard, terlalu mainstream, biasa saja. Cobalah untuk bermimpi tinggi tapi bisa dijangkau, misal pingin punya rumah 3 lantai, mobil Toyota Vellfire, pingin keliling dunia. Worst to worst ya..rumahnya cuma 2 lantai tapi ada 3, mobilnya Toyota tapi Fortuner, terus keliling dunianya cuma di Eropa sama Jepang-Korea. Kan lumayan…
Biasanya tuh orang-orang berhenti bermimpi ketika usia 25 tahun dan mulai hidup biasa-biasa saga, standar, apa adanya, yo wis ngene we enak yo opo maneh…
Bermimpilah walaupun sudah umur 25 than, 35 than, 45 tahun, 55 tahun, 65 tahun 75 tahun…ingat Kolonel Sanders the creator KFC umur 66 tahun masih bermimpi membuat Ayam Goreng and it happened, kejadian kan…intinya adalah Believe. Dream means Believe. Believe in God, believe that God is as to our willing. Percaya bahwa Tuhan itu sesuai dengan kehendak hamba-Nya.

Jangan lupa di dalam Dream banyak lho para pencuri mimei. Itu loh orang-orang di sekitar kita yang negatif, ngebully kita dengan mimpi kita. Mereka-mereka akan mengata-ngatain kita dengan mimpi-mimi kita….ngimpi looo.. gtiu ya. Biarin aja..when you believe you go head. Masak sih orang Indonesia nggak pernah ke Bromo? atau ke Wakatobi atau ke Raja Ampat, atau ke Merauke atau ke Sabang…tanya kenapa? karena mereka nggak punya mimpi ke sana. Apa iya pesimis nggak bisa Umrah atau Haji, atau jalan-jalan ke Turki, Cordova, Paris, nonton MU di London lhooo koq di London bukan Manchester.. ya lagi main partai away lawan Chelsea hehehe. Udah lihat Grand Canyon asli yang di Amrik? lha wong yang Green Canyon di Pangandaran aja belon….:)

Saturday, December 5, 2015

Kumpul Senior-senior TDA dendan Pengurus TDA 4.0


Tahukah kawan apa yang ngangeni ketika lama tak bersua dengan para penggiat TDA? kangen dan seru serta rencana-rencana silaturahim dan fun yang akan disusun kedepan bersama mereka.

Ya mereka adalah generasi awal terbentukanya Komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang sekarang sudah melebarkan sayapnya di 70 kota seluruh Indonesia bahkan jauh melampaui Nusantara sampai ke TDA Hongkong, TDA Singapore, TDA Australia, TDA Mesir dan TDA Malaysia.

Merekalah yang ikhlas bekerja mengembangkan komunitas TDA sehingga terus dan terus berbagi, bersama menebar rahmat ke seluruh ummat manusia.

Pak Presiden Mustofa yang sekarang menjabat sampai tahun 2017 adalah Presiden TDA ke 4. Presiden yang telah purna tugas adalah Presiden Pertama Iim Rusyamsi, Presiden Mohammad Rosihan kedua dan Presiden Fauzi Rachmanto ketiga. Energi mereka sangat luar biasa. 

Sampai hari Rabu 3 Desember 2015 yang lalu ketika Pesta Wirausaha Jakarta Raya menancapkan tonggak bersejarah karena dihadiri oleh 1800 peserta sampai ruangan SMESCO lantai 4 full penuh, dan para Senior-senior pin bertemu dengan para Pengurus TDA 4.0 dan berkomitmen untuk mengisi TDA Camp yang dilakukan oleh 70 TDA Wilayah dan Insha Allah semua berkenan untuk memberikan kontribusi nyatanya.

Alhamdulillah. 

Andrea Hirata, Sastrawan Tiba-tiba dan Melesat setelah menemukan Potensinya

Bagi sebagian besar penikmat buku-buku sastra di awal tahun 2000-an mungkin tak banyak tahu bahkan tak mengenal Andrea Hirata. Tiba-tiba saja sebuah Buku Dahsyat hadir menyentak belantika sastra Indonesia dengan gaya penulisan yang fun, sainstifik, magis dan menyentuh yang membuat para pembacanya tertawa dan tersenyum sendiri bahkan kadang menitikkan air mata saat membacanya.

Ya fenomena itu adalah Buku Laskar Pelangi yang terbit dari seorang penulis tak terkenal, pada waktu itu Andrea Hirata seorang karyawan PT Telkom di Bandung, Andrea Hirata namanya. Tidak pernah nulis buku atau ulasan di media atau internet tiba-tiba menjadi Sastrawan dengan gaya bahasa khas Melayu yang mendayu-dayu menikmati pahitnya kehidupan dalam kemiskinan pada waktu kecil.

Nggak cuma satu Novel tapi langsung Tetralogi Laskar Pelangi yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Gila kan nih Andrea Hirata....baru muncul langsung ngetop best seller dan langsung 4 Novel. Makanya tanpa ragu-ragu kami menyebutnya Sastrawan Tiba-tiba dalam perspekti positif.

Biasanya bakat seseorang tertutupi oleh mimpi-mimpi orang tua atau teman-teman yang diikuti karena lingkungan tersebut sangat sulit dihindari. Orang tua inginnya kita kuliah di bidang yang cepat menghasilkan bang, bukan bidang yang kita sukai, apalagi teman-teman yang siap mem-bully jika kita ambil jurusan yang anti mainstream misalnya jurusan Sastra dan Bahasa di SMA atau Ilmu Perpustakaan di Universitas. Pokoknya kalau nggak Ilmu Eksak nggak keren dan susah cari kerja. Itulah pola pikir yang harus dirubah. Jiak ingin sukses dan bahagia maka dalami dan pelajari yang kita suka.

Andrea Hirata sebenarnya juga korban keadaan di atas. Kuliah di Fakultas Ekonomi di UI, kemudian kuliah tentang Ekonomi juga di Sorbone University di Paris dan akhirnya malah sekarang keluar dari PT Telkom dan full time jadi sastrawan. 

Pelajaran yang bisa diambil adalah ketika passion menulis dan mengekpresikan masa lalu yang getir bisa mendorong orang untuk menjadi penulis yang handal karena dia tak perlu meraba-raba jalan cerita, hanya bercerita saja atau sederhananya adalah menuliskan apa yang dia rasakan ketika masa kecilnya saat bahagia, sedih, miskin, pintar, nakal, bermimpi ke Eropa dan perjuangan-perjuangannya yang tak kenal kenal untuk menggapainya. Itulah Andrea HIrata.

Mungkin ada dari teman-teman yang mempunyai bakat terpendam yang akan menuliskan story of your life, why not? Just write it down, Tuhan akan Memeluk Mimpi-mimpimu.